Kabupaten Bogor – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meluncurkan aplikasi berbasis android "Lapor Pak" atau Pelaporan Data Potensi Pajak Daerah lalu Retribusi Daerah.
Peluncuran Lapor Pak dijalankan dalam sela-sela kegiatan Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor 2023 yang mana dimaksud berlangsung di dalam area Vimala Hills Resort, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Arif Rahman mengungkapkan bahwa "Lapor Pak" diharapkan dapat meningkatkan penerimaan bagi hasil desa yang mana berasal dari penerimaan pajak daerah lalu retribusi daerah.
"Guna menyokong terwujudnya peningkatan proyek infrastruktur juga juga penduduk Kabupaten Bogor sejahtera," ungkapnya.
Ia menerangkan, melalui aplikasi ini, pemerintah desa lalu kelurahan cukup melaporkan jika terdapat prospek pajak daerah maupun retribusi daerah di dalam area wilayahnya, dengan mencantumkan data-data.
Beberapa data yang digunakan dilaporkan terdiri dari jenis pajak, nama subjek pajak/subjek retribusi, alamat subjek pajak/subjek retribusi, titik koordinat letak objek pajak/objek retribusi.
Kemudian, foto potensi objek pajak/objek retribusi serta fungsi bangunan untuk potensi retribusi, dan/atau nilai tukar jual pasar/transaksi untuk jenis pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah serta juga Bangunan).
Arif menjelaskan bahwa pajak daerah merupakan salah atau penyumbang juga salah satu sumber pembiayaan untuk desa yaitu melalui bagian desa dari hasil pajak retribusi daerah.
Bappenda, kata dia, mengelola 10 jenis pajak, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, bayar tanah, reklame, parkir, mineral juga logam batuan, bumi kemudian bangunan perdesaan kemudian perkotaan, bea perolehan tanah lalu bangunan serta lainnya.
“Dengan aplikasi ini kami menyokong desa atau kelurahan agar kontinyu melaporkan potensi-potensi perkembangan daerah dalam wilayah masing-masing, sehingga ini akan berdampak lurus terhadap peningkatan bagi hasil pajaknya," ujar Arif.
Menurut dia, semakin optimalnya penggalian kemungkinan pendapatan daerah, maka hasil untuk desa pun akan semakin tinggi.
Ia mengatakan, kehadiran "Lapor Pak" menjadi solusi dalam mengoptimalkan penggalian potensi-potensi pajak yang mana dimaksud ada dalam tempat seluruh desa se-Kabupaten Bogor. Terlebih dengan luasnya wilayah Kabupaten Bogor, "Lapor Pak" bisa jadi sekadar memacu para kepala desa se-Kabupaten Bogor bergerak untuk melaporkan potensi-potensi yang dimaksud dimaksud ada dalam desanya secara terus menerus.
“Ini juga sebagai upaya kami supaya para kades lebih banyak besar melek teknologi, setelah ini kami akan lakukan pelatihan terhadap aparat desa sebagai operator penginput data prospek yang dimaksud digunakan dimiliki desanya masing-masing,” tuturnya.
Ia berharap "Lapor Pak" mampu sekadar menggalakkan terwujudnya warga Kabupaten Bogor sejahtera khususnya warga pedesaan. Kemudian, kata dia, dengan peran terlibat desa diharapkan penyelenggaraan infrastruktur akan berjalan dengan baik.
“Mari laporkan potensinya, tingkatkan bagi hasilnya,” ujar Arif.







Tinggalkan Balasan